cara cek starter lampu tl
CaraMemperbaiki Lampu TL Halo selamat siang. Berikut ini adalah cara-cara memperbaiki lampu hemat energi dengan mudah. Ganti dengan elco 10uF / 350-400 volt. Jika masih dalam kondisi baik siulahkan cek komponen selanjutnya. 2. Cek Resistor (yang besaran resistensinya) sekitar 2.2 - 10 ohm. Resistor ini terhubung ke kaki Emitor transistor
MenghitungKapasitor Pada lampu TL dan Rangkaian induksi. Berikut ini cara menghitung besarnya konpensasi nilai kapasitor untuk lampu TL yang menggunakan ballast induksi. C = P * tan.arccos-phi * 0.066 uF (microFarad) ---->untuk teg. lampu 220 Vac. keterangan ; C= Kapasitas kapasitor dalam uF. P= daya lampu dalam watt.
StarterLampu TL. Starter kapasitor berperan untuk menyalakan lampu TL( fluorescent) disaat pertama kali lampu dinyalakan. Trafo adalah sebuah komponen elektronik yang berfungsi menyalakan lampu TL, dengan cara memberikan sumber tegangan AC 220 Volt dari PLN kemudian dirubah menjadi tegangan AC yang lebih tinggi yaitu 500 sampai 800 Volt.
Caramengecek lampu neon / lampu TLLampu TLLampu neonTlNeon
Singles In Landau An Der Isar.
Skema Lampu TL sonder Trafo Ballast Pada kesempatan ini saya akan membahas adapun pendirian menghidupkan bohlam Fluorescent atau yang sering disebut dengan lampu TL . Kita majuh menyebutnya TL, barangkali diantara kalian menanya – soal segala apa sepatutnya ada kepanjangan mulai sejak TL tersebut. Ehmm.. coba pikir sejenak….!! Bohlam TL ialah kepanjangan dari ” Tube Luminescent “, ada juga yang menyebutnya dengan ” Tube Lamp “ cinta disebut juga dengan lampu tabung ataupun bola lampu neon. Tekor kita mengulang selincam pelajaran SMP bahwa lampu busur TL merupakan sebuah bohlam berbentuk torak nol yang pada setiap ujungnya terwalak 2 pasang kawat mercu coil yang prinsip kerjanya seperti lampu pijar seremonial, yang menjadi perbedaan lega lampu ini merupakan di internal tabung tersebut disuntikkan dengan mercury dan gas argon dengan impitan rendah, ketika sirkuit listrik mengalir elektron-elektron akan berpindah tempat berasal ujung nan satu ke ujung silinder yang bukan. Energi listrik ini juga merubah mercury dari larutan menjadi tabun sehingga pada saat bersamaan atom mercury yang konkret gas ini akan tersampuk oleh elektron. Tumbukan ini menyebabkan energi elektron meningkat. Momen energi elektron kembali normal saat itulah elektron-elektron itu mengkhususkan energi menjadi nur ringan. Untuk memarakkan sebuah lampu busur TL teradat dibutuhkan ballast dan strarter . Lakukan itu plong kesempatan kali ini saya akan berkreasi bagaimana cara menghidupkan lampu TL minus menunggangi ballast dan starter. Mungkin anda bertanya – cak bertanya dan karuan berfikir lama dan menggerutu >> Tidaklah Kelihatannya !!! dan saya akan bersuara >> Sangatlah Mungkin -. Sebelumnya kita ber-eksperiment mari kita tatap skema dasar memarakkan sebuah lampu TL yang digunakan maka itu orang pada biasanya. Terbit skema diatas boleh ditarik kesimpulan bahwa trafo ballast hanya membatasi besar persebaran yang bergerak dan menyejajarkan dengan karakteristik lampu tersebut. Sedangkan starter berfungsi sebagai penyulut ketika awal starting karena sebuah lampu TL pada awal startingnya memerlukan tegangan yang cukup tingkatan kurang lebih 400 Volt bagi memanaskan elektroda agar tabun pada tabung tersebut boleh berpindar. Cak bagi membuktikan kesimpulan saya di atas beliau dapat membuat sebuah rangkaian pengganti yang dapat mudah di dapatkan di kodian dan toko elektronika yang dempang dengan tempat habis kamu. Bahan yang terlazim sira siapkan adalah 1. Kapasitor 330 nF / 400 Volt 2. Resistor 680K ukuran 1 Watt dramatis, abu-abu, kuning 3. Resistor 100K ukuran 1 Watt coklat, hitam, asfar 4. Resistor 56K ukuran 1 Watt hijau, biru, orange 5. Resistor 100 ohm ukuran 5 Watt Resistor Model Kapur Setelah anda siapkan komponen diatas, kemudian buat ikatan sebagai halnya gambar di bawah ini Takdirnya rangkaian sesuai gambar di atas pastikan cak bagi berdikit-dikit detik menyalakanya, jauhkan dari grounding / pertanahan, sebab jika rangkaian nan anda buat tidak kemas akan mengakibatkan konsleiting. Selamat Mencoba…. Dan jangan lupa tinggalkan komentar …….. !!! Artikel yang berkaitan dengan posting di atas
BallastBallast pada dasarnya merupakan kumparan hambat choke coil yang berinti besi. Ballast pada lampu TL berfungsiMemberikan pemasangan awal pada elektroda guna menyediakan elektron bebas dalam jumlah yang banyakMemberikan gelombang potensial yang cukup besar untuk mengadakan bunga api antara kedua elektrodanyaMencagah terjadinya peningkatan arus bunga api yang melebihi batas tertentu bagi setiap ukuran itu ballast berfungsi untuk mengurangi pengaruh perubahan gerakan sinar yang mengganggu stroboscopic dan mengurangi kerugian sampingan auxiliary losses. Oleh karena itu setiap lampu TL selalu memiliki sebuah ballast yang direncanakan untuk daya, tegangan, dan frekuensi yang disesuaikan dengan lampu TLnya pada lampu TL terdiri dari sebuah balon kaca kecil yang diisi dengan gas mulia. Di dalam balon terdapat dua elektroda dwi logam sebagai filamen. Jarak antara kedua elektroda tersebut diatur dengan jarak tertentu sehingga starternya akan menyala pada tegangan 100-200 V. Starter berfungsi sebagai saklar penunda waktu time delay switch yang dihubungkan pararel dengan dua kaki lampu lampu TL dihubungkan pada jaringan tegangan PLN, maka dalam waktu singkat filamen starter terhubung menyala dan kemudian memutuskannya lagi kalau lampu TL telah menyala dengan stabil. Pada saat filamen terhubung, suatu arus besar akan mengalir dari jaringan listrik lewat ballast, kemudian ke elektroda lampu, starter dan kawat elektroda lainnya, untuk selanjutnya kembali menuju ke jaringan. Adanya arus ini akan membuat elektroda-elektroda lampu berpijar dan mengeluarkan itu tegangan pada starter telah hilang, sehingga starternya padam dan menjadi dingin. Kedua elektroda dwi logam dalam starter akan lurus kembali dan memutuskan arus yang sedang mengalir. Karena adanya pemutusan tiba-tiba ini, dalam ballast akan dibangkitkan suatu gaya gerak listrik yang cukup tinggi. Tegangan kejut ini seri dengan tegangan jaringan. Bila dibangkitkan pada saat yang tepat, tegangan pada kedua filamen lampu TL akan cukup tinggi untuk menyalakan tabung dengan syarat filamen-filamennya sudah cukup siklus pertama tabung belum menyala maka peristiwa seperti yang diuraikan diatas akan terulang, sampai tabung menyala. Setelah lampu TL menyala, starternya akan pararel dengan lampu. Oleh karena tegangan menyala lampu lebih rendah dari pada tegangan starter, maka starternya akan tetap mengurangi cetusan-cetusan pada elektroda dwi logam dapat dipasang sebuah kondensator kecil pararel dengan starter. Pemasangan kondensator tersebut juga dapat memperbaiki pemutusan arus dalam starter dan mengurangi timbulnya gangguan radio.
Diumpamakan kita mempunyai satu buah ballast 36 Watt dan dua buah lampu tabung fluorescent 18 Watt, kita ingin merangkai lampu TL tersebut, lalu bagaimana rangkaian lampu TL dengan dua lampu dan satu ballast seperti yang kita perlukan? Lihat gambar rangkaian lampu TL di bawah ini Untuk menyalakan dua buah lampu tabung 18 Watt dengan satu ballast 36 Watt, bisa kita pasang secara seri lampu tersebut. Ingat rumus rangkaian seri R1 + R2 = Rt P1 + P2 = Pt 18 Watt + 18 Watt = 36 Watt Gunakan starter pada tiap-tiap lampu. Bila perlu pasang kapasitor bernilai 4 µF ± 10% 250 V secara pararel dengan tegangan sumber PLN. Starter yang digunakan adalah jenis starter S2, seperti pada gambar di atas. Data dari situs Philips Starter S2 sesuai untuk aplikasi tunggal 110/130 V 4-22 W, aplikasi tunggal 220/240 V 4-6-8-15-18-22 W dan aplikasi seri 220/240 V 4-22 W. Artikel Terkait Pilih Label elektronika dasar listrik aplikasi rangkaian perhitungan komponen digital bilangan kompleks Baca lagi
Lampu TL Neon Fluorescent Lamp barangkali merupakan Lampu Penerang yang paling banyak dipakai saat ini. Lampu TL Neon Fluorescent Lamp sering digunakan sebagai alat penerangan di Pabrik, gudang, Shopping Mall, Sekolah dan juga di perkantoran. Tetapi seiring dengan semakin berkembangnya Teknologi Lampu LED sebagai Lampu Penerang, tingkat adopsi Lampu LED pun semakin bertambah dan lambat laun akan menggantikan Lampu Penerang yang berteknologi Fluorescent Pendar. Istilah TL adalah kepanjangan dari “Tube Luminescent” atau juga ada yang menyebutkannya “Tube Lamp” yaitu Lampu Penerang yang berbentuk “Tube” atau Tabung. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita temukan 2 jenis Teknologi pada Lampu TL Tube Lamp yakni Teknologi Fluorescent Neon dan Teknologi LED Light Emitting Diodes. Cara Kerja Lampu TL Fluorescent Pada dasarnya, Lampu TL dengan Teknologi Fluorescent FL adalah Lampu yang berbentuk tabung hampa dengan kawat pijar dikedua ujungnya Elektroda, Tabung tersebut diisi dengan Merkuri dan gas argon yang bertekanan rendah. Tabung Lampunya yang terbuat dari gelas juga dilapisi Coating oleh lapisan fosfor phosphor. Saat dialiri Arus Listrik, Elektroda akan memanas dan menyebabkan Elektron-elektron berpindah tempat dari satu ujung ke ujung lainnya. Energi listrik tersebut juga akan mengakibatkan Merkuri yang sebelumnya adalah cairan merubah menjadi gas. Perpindahan Elektron akan bertabrakan dengan Atom Merkuri sehingga Energi Elektron akan meningkat ke level yang lebih tinggi. Elektron-elektron akan melepaskan cahaya saat energi Elektron-elektron tersebut kembali ke level normalnya. Lampu TL Fluorescent memerlukan sebuah Starter dan Ballast untuk menghidupkannya . Fungsi Starter di Lampu TL Fluorescent adalah sebagai saklar otomatis yang membantu memanaskan Elektroda untuk proses pemindahan Elektron-elektron di dalam Tabung Fluorescent. Perlu diingat bahwa untuk memanaskan Elektroda agar gas yang terdapat di dalam Tabung Lampu TL dapat berpendar, diperlukan tegangan yang tinggi hingga 400 Volt. Setelah proses penyalaan selesai, Bi-metal yang terdapat pada starter akan terbuka open. Dengan demikian Starter dapat dilepaskan dari Rangkaian Lampu TL Fluorescent karena penggunaan Starter hanya pada saat penyalaannya saja. Sedangkan Ballast yang terdapat pada Rangkaian Lampu TL Neon / TL Fluorescent berfungsi sebagai pembatas besarnya arus dan menstabilkan arus agar dapat mengoperasikan Lampu TL Fluorescent pada karakteristik listrik yang sesuai. Terdapat 2 jenis Ballast, yaitu Ballast jenis Induktor/kumparan Inductive Ballast dan Ballast jenis Elektronik Electronic Ballast. Dibawah ini adalah Rangkaian Pemasangan / Instalasi Lampu TL Fluorescent Rangkaian Lampu TL LED Light Emitting Diode Lampu TL LED adalah Lampu Penerang yang berbentuk tabung Tube dengan menggunakan Teknologi LED Light Emitting Diode sebagai pemancar sinar cahaya. Pada umumnya Lampu TL LED terdiri dari puluhan hingga ratusan LED didalamnya. Lampu LED memiliki banyak keunggulan seperti yang pernah dibahas sebelumnya pada artikel Kelebihan dan Keuntungan Pemakaian Lampu LED sehingga pemakaian Lampu penerang dengan Teknologi LED pun semakin meningkat. Salah satu keunggulan Lampu TL LED adalah dapat menghemat listrik sampai 60% dari pemakaian Lampu TL Neon atau TL Fluorescent karena tidak memerlukan Starter dan Ballast yang pada kenyataanya juga dapat mengkonsumsi listrik yang lebih banyak terutama pada Ballast jenis Inductive. Berikut ini adalah Rangkaian Pemasangan / Instalasi Lampu TL LED LED Tube Cara Merubah atau Mengkonversi Rangkaian TL Fluorescent ke TL LED Mengkonversi atau merubah Rangkaian TL Fluorescent ke TL LED bukanlah suatu pekerjaan yang sulit. Kita hanya perlu melepaskan Starter dan juga ballast-nya kemudian buatkan sambungan baru antara Terminal Lampu TL LED dengan Arus listrik Input seperti gambar dibawah ini. Berikut ini adalah gambar rangkaian cara mengkonversi Rangkaian TL Fluorescent ke TL LED LED Tube
cara cek starter lampu tl